Hi quest ,  welcome  |  sign in  |  registered now  |  need help ?

Gendang Silat, Musik Khas Kepulauan Meranti yang mesti dilestarikan

Written By Info Meranti on Wednesday, 21 December 2011 | 09:08

Tidak banyak anak muda Melayu yang mau memainkan alat musik ini

Peniup Serunai, tidak banyak yang mampu meniupnya

Tinggallah yang tua-tua, siapakah penggantinya nanti ?

Gendang Silat, musik khas masyarakat Melayu Selat Panjang dan di Kepulauan Meranti, terdiri dari dua buah gendang, serunai dan gong. Perpaduan alat musik ini akan menghasilkan irama menarik, biasanya digunakan untuk mengiringi dua atau lebih pesilat yang sedang mempertunjukkan gerakan silatnya untuk menyambut kedatangan Raja pada zaman dahulu. Saat ini gendang silat ini masih dipakai untuk menyambut kedatangan para pembesar, perhelatan pengantin yang juga disebut sebagai Raja sehari, biasanya digunakan untuk menyambut kedatangan mempelai laki-laki, saat pengantin ditepung tawari oleh keluarga dan handai taulan. 
Musik khas Melayu ini, perlu dilestarikan, karena tidak banyak lagi anak-anak muda yang mampu memainkannya, apalagi untuk meniup serunai. Ada beberapa langkah yang dapat ditempuh, misalnya memasukkan pelajaran memainkan alat musik ini disekolah-sekolah di Kepulauan Meranti baik dalam mata pelajaran Kesenian atau juga di mata pelajaran Budaya Melayu, bekerjasama dengan Akademi Kesenian Melayu Riau (AKMR) agar mengkaji, mempelajari dan mengajarkan kepada mahasiswa, selain itu bisa juga Pemkab mensponsori Sanggar Seni untuk menciptakan, merekam lagu khas Kepulauan Meranti dengan memasukkan musik ini (kolobrasi) dengan musik Melayu lainnya. Semoga salah satu budaya Melayu Kepulauan Meranti ini bisa tetap bertahan.

2 komentar:

LENTERACINTAKU said...

Dulu ade pepatah"TAK MELAYU HILANG DI BUMI" tapi kalau generasi muda melayu segan untuk belajar seni budayanya, maka pepatah itu hanya tinggal pepatah atau slogan saja....karena yang terjadi adalah kebalikannya...[WARNING]

Info Meranti said...

Terima kasih telah mengingatkan ...

Post a Comment